Untuk bunga dan lebah.

/1/
Aku tahu kamu mencintaiku
Seperti embun yang selalu membasuh daun dikala pagi
Namun menjelang pertengahan, kau selalu hilang diserap panasnya sang mentari
Memberiku kesegaran, namun tak pernah abadi

/2/
Aku tahu kamu menyayangiku
Layak sebuah bunga yang selalu menyiapkan setumpuk serbuk sari
Namun nyatanya, para lebah selalu datang untuk mencuri
Menumpukkan harapan, namun tak pernah kunikmati

Baca lebih lanjut

Pasrahlah !

/1/
jika sayapmu patah, berbaringlah di sampingku,
di sekitar daun daun merah yang dibuang oleh pohon hijau yang melahirkan mereka,
di atas lumpur hitam yang diinjak-injak oleh para pemburu serakah,
dalam padang ilalang penuh duri yang terabaikan oleh sekitarnya.

/2/
jika pelangimu memudar, meleburlah di sebelahku,
di sebelah hitam dan putih yang mungkin tak akan pernah menjadi murni,
di atas pasir abu yang berbuih-buih dengan ombak yang bergulum memusuhi,
dalam pesisir laut hitam pahit yang terpapar panas teriknya sang mentari.

/3/
jika rohmu menyiksa, bebaskanlah di sampingku,
di kuburan curam yang meretih di siang dan memekat di malam,
di kedalaman tanah yang tak akan pernah tenang untuk tidak bergemuruh dan bergumam,
dalam lorong sesak berhiaskan juntaian akar yang menjalar dalam dengan diam.

/4/
jika akalmu bengkok, kurunglah di sebelahku,
di tengah kerumanan manusia manusia pintar dengan ocehan menghakimi,
di 7 ruas tenggorokan yang selalu dengan ludah kau basahi,
dalam kidung ironi nyanyian malam yang mengeraskan dan menipu hati.

Baca lebih lanjut

Tekad

/1/

Dalam sejuk dan jatuhan butiran embun subuh

Dibawah kepakan burung terbang berbaris

Berpijak dengan dua kaki berselimut sendal kumuh

Aku tahu, aku berada diatas jalan cinta magis..

Milikmu…

/2/

Tersadar oleh rayuan suara ayam berkokok

Berlindung dibawah gemuruh langit yang tak pernah tenang berawan

Terpandu menangkap gambaran nyata oleh mata melongok

Aku tahu, aku harus bejuang dalam mencapai indahnya kehidupan..

Bersamamu…

Baca lebih lanjut

Sakitmu, sakitku..

/1/

Panas tubuh mu adalah gelisah bagiku

Pusing kepalamu adalah pemikiran untukku

Cahaya itu tak lagi terang ketika berjalan

Kakiku tak begitu kuat ketika diandalkan

/2/

Tahukah kamu?

Kau bukan cuman kekasihku, kau tubuhku

Kau bukan juga sebatas pelengkap, kaulah jiwaku

Semua ini terpisah tetapi tetap satu

Dalam rasa bersama mengarungi suka dan juga sakit pilu

Baca lebih lanjut

Kentut hidup

Lobang hitam berkerut mengeluarkan gas

Awas, ini bukan sembarang gas

Konon dia hidup sebelum masa emas

Menunggu seseorang yang lengah dan tidak mawas

Dengan gumpalan tangan berbalik sejuta makna berbau mistik

Hiduplah kentut dengan segenggam masa eksentrik

Merebut semua perhatian dunia dengan tampang tak terlirik

Hidup abadi seperti kenangan buruk menusuk dan mengusik

Baca lebih lanjut