Teringat tentangmu.

Teringat tentangmu, tentang wajahku
Dalam dekapan hangat, kita melaju
Kau berkata : kamu cinta pertamaku..

Dan aku tersenyum puas; aku tidak akan melupakan itu

Teringat tentang hujan, tentang kita
Dalam air menerpa, kita bersama
Kau memegang dadamu dengan tanganku : sayang, hanya kamu disini yang ada
Dan aku tersenyum simpul; aku tidak akan lupa, bagaimana caramu mengungkapkannya

Teringat tentang terang, tentang mendung
Dalam keduanya, kita saling bersandar dan bergantung
Kau memberiku semangat : kamu bisa, aku akan selalu mendukung
Dan aku terperanjat; aku tahu karena ada kamu, aku beruntung

Teringat tentang cobaan, tentang jurang ini
Dalam usaha melewati, kita saling mengobati
Kau memberikan sebuah kecupan kening : i love you
Dan aku merangkum dalam diam, aku juga cinta kamu, sampai mati

Baca lebih lanjut

Hanya Sungai Kecil

200810221033331 Suatu ketika, dari langit turunlah sebuah suara yang keras dan tegas, tak seorangpun tahu sumbernya dari mana, satu yang pasti ialah dia suara itu tertuju kepada sekumpulan orang-orang yang mencari arti dari sebuah cinta di dunia;

“Pergilah ke sungai! Apa yang kalian cari ada disana, kalian akan melihat pasangan kalian!”

Maka berbondong-bondonglah mereka yang mendengar itu beranjak ke sungai, sesampai disana, mereka mencari apa yang mereka cari, mereka melihat dan menelusuri tiap tepi dari sungai, tapi yang mereka dapati tidak lain tidak bukan hanyalah refleksi dari mereka sendiri yang memantul di permukaan sungai, bukan orang lain yang rupawan yang sesuai dengan harapan mereka, bukan sesuatu yang mereka impikan.

Ditengah kebingungan dan kemarahan para manusia-manusia itu, suara itu tiba-tiba datang lagi:

Kenapa heran? itulah pasangan kalian, apa yang kalian lakukan, apa yang kalian kerjakan, itulah mereka. Jangan salahkan pasangan kalian, karena itu hanya sebuah sungai kecil yang memantulkan sikap kalian. Jika ingin menyalahkan, salahkanlah diri kalian, ubahlah diri kalian.

Baca lebih lanjut

Untuk bunga dan lebah.

/1/
Aku tahu kamu mencintaiku
Seperti embun yang selalu membasuh daun dikala pagi
Namun menjelang pertengahan, kau selalu hilang diserap panasnya sang mentari
Memberiku kesegaran, namun tak pernah abadi

/2/
Aku tahu kamu menyayangiku
Layak sebuah bunga yang selalu menyiapkan setumpuk serbuk sari
Namun nyatanya, para lebah selalu datang untuk mencuri
Menumpukkan harapan, namun tak pernah kunikmati

Baca lebih lanjut

Pasrahlah !

/1/
jika sayapmu patah, berbaringlah di sampingku,
di sekitar daun daun merah yang dibuang oleh pohon hijau yang melahirkan mereka,
di atas lumpur hitam yang diinjak-injak oleh para pemburu serakah,
dalam padang ilalang penuh duri yang terabaikan oleh sekitarnya.

/2/
jika pelangimu memudar, meleburlah di sebelahku,
di sebelah hitam dan putih yang mungkin tak akan pernah menjadi murni,
di atas pasir abu yang berbuih-buih dengan ombak yang bergulum memusuhi,
dalam pesisir laut hitam pahit yang terpapar panas teriknya sang mentari.

/3/
jika rohmu menyiksa, bebaskanlah di sampingku,
di kuburan curam yang meretih di siang dan memekat di malam,
di kedalaman tanah yang tak akan pernah tenang untuk tidak bergemuruh dan bergumam,
dalam lorong sesak berhiaskan juntaian akar yang menjalar dalam dengan diam.

/4/
jika akalmu bengkok, kurunglah di sebelahku,
di tengah kerumanan manusia manusia pintar dengan ocehan menghakimi,
di 7 ruas tenggorokan yang selalu dengan ludah kau basahi,
dalam kidung ironi nyanyian malam yang mengeraskan dan menipu hati.

Baca lebih lanjut

Tekad

/1/

Dalam sejuk dan jatuhan butiran embun subuh

Dibawah kepakan burung terbang berbaris

Berpijak dengan dua kaki berselimut sendal kumuh

Aku tahu, aku berada diatas jalan cinta magis..

Milikmu…

/2/

Tersadar oleh rayuan suara ayam berkokok

Berlindung dibawah gemuruh langit yang tak pernah tenang berawan

Terpandu menangkap gambaran nyata oleh mata melongok

Aku tahu, aku harus bejuang dalam mencapai indahnya kehidupan..

Bersamamu…

Baca lebih lanjut

Sakitmu, sakitku..

/1/

Panas tubuh mu adalah gelisah bagiku

Pusing kepalamu adalah pemikiran untukku

Cahaya itu tak lagi terang ketika berjalan

Kakiku tak begitu kuat ketika diandalkan

/2/

Tahukah kamu?

Kau bukan cuman kekasihku, kau tubuhku

Kau bukan juga sebatas pelengkap, kaulah jiwaku

Semua ini terpisah tetapi tetap satu

Dalam rasa bersama mengarungi suka dan juga sakit pilu

Baca lebih lanjut