Softball dan aku (1)


Pernah main softball? itu loh, sejenis makanan bungkusan yang siap saji sekali siram. Bumbunya sudah lengkap dengan bawang, tinggal didiamin selama 5 menit, lalu siap dilempar. *eh? #jayus.

penampakan Well, well, well. Softball adalah olahraga yang paling kugemari di antara beberapa olahraga kegemaranku, senang rasanya mengenakan perlengkapan tempur softball yang keren-keren itu; topi, seragam dengan tulisan melintang bertuliskan nama klub, celana botol seperti karet, sepatu bergerigi, dan bergaya dengan kacamata hitam. Kalau pegang senjata udah mirip James Bond-lah. Sekali shot, tiga dua mangga berjatuhan, kalau beruntung wanita juga bisa klepek-klepek. *ngelumas rambut pakai minyak*

Dulunya sih suka bola, biasa anak muda, ikut main di aspal depan rumah, kalau perlu lapangan penuh duri putri malu pun diembat, asal bersama, asal hati-hati. Hingga suatu waktu, kakiku harus beristirahat sangaaaaat lama. Jempolnya mengalami kesalahan teknis, gak bisa digerakkan, sakit, dan mengundang pilu tiada tara. halah.

Sebelumnya sih ada bolabasket. Mainan masukin bola ke keranjang bergelantung. Tujuannya agak beda, selain have fun, aku juga memaksa si body bair agak tinggi. Karena saking semangat dan getolnya, si nyokap dengan paksaan iba anak ganteng dan kesayangannya ini, rela beliin bola basket dan ring basket pertamaku. Senang juga bingung, girang tapi juga kecewa, toh itu ring dak punya area untuk dipasang di mana. Akhir kata, dia bersemayam dengan tikus serta kecoa di gudang hingga sekarang. Ah, malang nasibmu, ring… Beda tapi sama, si bola basket yang buju buneng kerennya harus rela jarang dipakai, karena suatu hari, ketika sudah dipakai bermain, saya—dengan sifat perfeksionis mau apa-apa bersih—menyikatnya dengan tega. Bersih deh itu bola, selain kotorannya, juga dengan gerigi khas bola basket di permukaan kulitnya. Goblok *mukul jidat*

Kembali ke softball.

pe Semuanya bermula dari panggilan alam latihan perdana. Ka Meylin Said—kakak angkatku saat ini—yang menulis sesuatu di papan kelasku, bentuknya bola dan tulisan di dalamnya : SOFTBALL, rapat untuk anggota baru di kelas XXX. Lalu aku merasakan bulan membesar, semua tiba-tiba bergerak dengan perlahan; slow motion, bintang-bintang berkedap-kedip. dan hatiku? *loh kok larinya kesini?*. OK serius, jadi sudah itu aku mengikuti semuanya. Hingga pada satu titik, saya menyadari kalau sayalah yang perhatian, yang aktif—mungkin saat itu orang belum sadar dan tertarik—. Naik kelas dua, perlengkapan softball SMADA telah sepenuhnya dipercayakan kepada saya. Memang sih agak memberatkan, tapi saya menikmatinya. Latihan pun intens, dan usaha untuk membangun organisasinya secara resmi juga ikut. Well, terbentuklah pengurus perintis inti ketika itu, semuannya adalah senior kelas tiga, beberapa telah saya kenal, beberapa lagi tidak, anehnya mereka kebanyakan tidak tahu tentang dunia softball. Tapi tak apalah, pikirku saat itu. Kan sisi politisnya yang ingin di tonjolkan.

Naik kelas 3, Alhamdulillah organisasi SMADA SOFTBALL CLUB terbentuk. Saya yang dipilih jadi sekretaris di kelas dua yang lalu—yang sempat membuat dan menyusun rumusan AD ART organisasi—terpilih jadi wakil ketua SOFTBALL angkatan kedua, ketuanya adalah JOE MARCEL, teman angkatan yang semangat softballnya juga bagus. Jengkel sih sebenarnya, kenapa bukan saya yang jadi ketua? well, saya merasa telah dipersiapkan untuk hal itu. Pengalaman dari tempat lain, pengetahuan tentang bermain, dan sisi politis saya sebelumnya. Tapi tidak mungkin juga sih sebenarnya, soalnya saya sudah jadi Ketua Umum organisasi lain di SMADA. bangga, juga kecewa, sedu sedan juga riang gembira, tak pernah malas ataupun lelah. SYALALA LALALALA. *eh?

Sekarang ketika menulis ini, saya telah menyiapkan diri untuk turnamen besar kedua saya setelah IASMO CUP—yang dimana SMADA harus senang dengan menyabet piala juara 3 mengalahkan SMANSA, SMANSES, dan lain lain. Tapi turnamen ini beda, sekarang antar klub, orang yang udah sesepuh sesembilan maupun yang seseratus akan mati-matian memenangkan pertandingan, malah saya dengar-dengar ada yang dari kelimantan. So? i think it’ll be very hard to win.

Guys, jika kalian bertempat tinggal di makassar. Jangan sia-siakan waktu kosong sekedar gigit jari garuk pantat di depan TV, saatnya nonton pertandingan softball tanggal 17 juli 2010 (karebosi link). Jangan lupa beri dukungan, dan cari no. punggung 8. nama RAT, klub SMADA. saya akan melayani berbagai macam permintaan fans. *copot glove, kaburr ke gunung tibet*

Salam KERA!

Iklan

15 thoughts on “Softball dan aku (1)

  1. shorts good by doing good
    celana yang indah. 😀
    ku tunggu perform mu dgn menggunakan pakaian yg lebih lengkap ..tapi tidak seperti di atas
    hehe

    i’ll see you later (on 17 july2010)
    nah nah

  2. z suka skali ceritamu……lucu…… tp ttp tersmpaikan jg isi ceritax tp lain kali fotomu sndiri nag pasang distu jgn fotox ommu…….ha…….jenggotxmo z ha…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s