Dari penulis, untuk penulis : inspirasi dan motivasi! (3)


“Waktu adalah uang” – NN

Begitu yang para usahawan katakan untuk terus membuat mereka bekerja. Apakah bekerja itu untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, atau bahkan tersier. Satu hal yang pasti, bahwa—appaun  alasannya, dan apapun tujuannya—dengan  bekerja, usahawan tetap menjadi usahawan, mereka tetap mempertahankan cahaya mereka; Mereka eksis.

GM 204 07.010Lalu bagaimana dengan penulis? Saya rasa tidaklah jauh berbeda, penulis juga berjalan bersama waktu, mereka juga membutuhkan uang, tapi jika anda bertanya ke semua penulis profesional bahkan pemula sekali pun, saya yakin kebanyakan dari mereka akan mengatakan bahwa uang bukanlah tujuan utama; mereka menulis untuk menulis. Mereka menikmatinya, mereka tenggelam bersamanya; maka mungkin banyak yang setuju kalau slogan “Waktu adalah menulis” adalah tepat.

Sesuai janji saya—menyambung postingan kedua mengenai inti sari berupa quote singkat yang saya petik dari buku Chicken Soup for the Writer’s Soul—maka dengan rendah hati saya menyediakannya untuk siapapun yang sedang menempelkan bokongnya untuk membaca postingan ini; siapapun yang berkeinginan untuk menjadi penulis yang hebat. Sesuai kata-kata orang bijak *padahal cuman ngarang*; Kalau mau belajar merendah, belajarlah dari padi, tapi jika ingin belajar untuk menjadi tinggi, belajarlah dari langit—yang lebih tinggi darimu. 😀

Kembali ke hal-hal mendasar. Hal-hal mendasar.

Connie Shelton : seorang penulis misteri—yang bisa dibilang—sangat frustasi akan kebosanannya mendapati surat-surat penolakan yang “sopan”—setiap kali ia mengajukan bukunya untuk diterbitkan. Hingga suatu hari, seorang penulis misteri lain datang dengan sebuah saran sederhana; Kembali ke hal-hal mendasar. Hal-hal mendasar. Lebih lanjut, dia menyadari bahwa caranya mengerti hal-hal mendasar dalam menulis adalah keliru, meskipun tulisannya sudah bagus. memang ya? Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal kecil memang SANGAT PENTING.

Almarhum ibuku adalah penulis. Mungkin ini bersifat genetis. Aku sudah digigt kutu tulis. Sekali digigt, gatalnya berlanjut. Hanya sesama penulis yang bisa mengenali rasa gatalnya, perkembangannya, dan penyembuhannya. Dokter tidak bisa membantu—kami memerlukan sebuah penerimaan bagi tindakan cinta tertulis yang kami geluti.

Pat Gallant : penulis yang lahir dari penulis; ibunya sendiri—Sharon Javis. Namun bagian sedihnya adalah ketika ibunya menulis sesuatu yang hebat namun tidak sempat menerbitkannya, dia jatuh sakit dan meninggal. Akhirnya, dengan sedikit usaha yang nekat dan sabar, Gallant berhasil menerbitkan buku itu di 8 tahun sejak kematian Javis. Gallant mengatakan bahwa itu adalah “sentuhan keabadian” bagi ibunya. Menyentuh.

Dan masalahnya adalah, jika kau tidak mengambil risiko apa pun, kau akan menanggung risiko yang lebih besar.

Erica Jong

Tapi ketika aku mulai menulis, pengalaman itu terasa seperti sebuah peristiwa mistis. Cerita itu mulai menulis sendiri, memasuki pikiranku seperti aliran ilham yang deras.

Richard Paul Evans : penulis The Chirstmas Box ini menurutku sangat-sangat-sangatlah beruntung—mengingat ceritanya yang benar-benar mistis dan penuh risiko—. Evans pada dasarnya adalah seorang ayah yang sangat menyayangi kedua anaknya, dan satu lagi; profesi sebenarnya bukanlah penulis. Buku satu-satunya yang ia tulis hanyalah sebuah hadiah natal bagi kedua putrinya, namun siapa sangka? dengan tanggapan positif kerabat dekatnya yang sempat ia beri buku itu sebagai hadiah natal darinya, Evans mulai memasarkan The Christmas Box di kotanya. Tidak sampai disitu, dengan pinjaman dari mantan klientnya senilai 1/4 juta dollar dan pertaruan karena telah mengambil seluruh tabungan beserta mengorbankan pekerjaan utamanya, Evans memulai perusahaan penerbitnya sendiri—karena tidak ada satupun penerbit besar yang mau menerima bukunya. Cerita mistis pun berawal dari sini, ketika banyak dari kejadian sial menimpanya—majalah yang ingin mewancarainya membatalkan rencana mereka, stasion TV yang memberikan kesempatan padanya untuk memasarkan bukunya juga, dan acara penandatanganan bukunya tidak di atur dengan baik. Semua itu membuat suasana begitu miris baginya. Merasa dipermalukan, kehilangan semangat, dan hampir bangkrut. Dia hampir—atau mungkin sudah—putus asa, dan dia pun berkata “Tuhan, Kau telah memberiku tali yang cukup panjang untuk menggantung diriku sendiri”. Hingga suatu keajaiban terjadi… *to be continued* hahhaha.. Penasarankaaan? hihih. *menjulurkan lidah dan kaaabuuuurrr*

Meskipun sakit, atau mungkin justru karena itu, aku telah memenuhi begitu banyak impian, dan aku selalu berharap untuk bisa memenhui satu saja impian, lagi..

Barbara Jeanne Fisher : seorang penulis penderita Multiple Scleriosis, dan Lupus—mungkin sampai saat tulisan yang ada dibuku ini saya baca. Tantangan terbesar Jeanne bukan pada bagaimana tulisannya tidak diterima atau tidak, tapi bagaimana dia bertahan dihantam oleh penyakit yang berkali-kali ia sebutkan “mungkin aku akan mati” karenanya. Cobaan atas kematian keluarga dekatnya yang hampir bersamaan.  Kesabarannya menuntaskan kuliahnya dengan energi fisik yang terbatas. Dan doa kecilnya tiap malam yang hampir selalu mengantarnya tidur untuk membuatnya kembali bangun di pagi hari. Beraaaaaat.

Suatu saat aku bertemu seorang psikolog di tempat kerjaku, ketika aku sedang memantapkan karier menulisku, yang menjelaskan kepadaku mengenai profesor itu. “Masa kau tidak mengerti apa yang terjadi? reaksinya keras dan marah. Dengan memaksamu menerima kesepakatan seperti itu berarti dia cemburu. Dia melihat sesuatu yang tidak dimilikinya. Dia melihat bakat”

Aku tidak paham hal itu, tapi aku telah belajar bahwa penulis menghasilkan sesuatu dari nol. Kami membuat impian menjadi kenyataan. Itulah sifat kami, misi kami. Kami dilahirkan untuk melakukannya.

Catherine Lanigan : penulis yang berbakat dan cerdas, sepertinya memang dia dilharikan untuk menulis. Tapi tidak sebegitu mudahnya ketika ia dipilih atas rekomendasi kepala jurusan bahasa inggris untuk menjadi salah satu peserta sebuah seminar menulis kreatif yang ditujukan untuk mahasiswa semester terakhir—padahal Lanigan sendiri waktu itu masih di tahun pertama. Seorang profesor yang memimpin seminar itu mengancamnya, mengejeknya, dan Lanigan? dia tidak menulis apapun selama empat belas tahun setelah itu; dia telah diancam untuk pindah ke jurusan lain, dari jurnalisme ke perawatan. Tapi kalau sudah takdir memang tidak kemana, lanigan akhirnya dipertemukan oleh sebuah momen dimana dia punya alasan lagi untuk menulis. Tulisannya langsung direspon positif, dan segera dia menjadi penulis yang Profesional. Dan tahu apa yang dia dapatkan ketika dia memutuskan untuk membicarakan pengalamannya bersama profesor itu kepada seorang psikolog? Baca quote diatas ! Cadass..

Tidak ada hal luar biasa yang telah dicapai kecuali oleh mereka yang berani percaya bahwa sesuatu di dalam diri mereka lebih unggul daripada keadaan.

Bruce Barton

Sebuah obsesi bisa menimbulkan tragedi atau kemenangan. Dalam kasusku, obsesi membawaku ke sebuah karier sebiagai pengarang dua buku, masuk daftar penulis majalah regional dan nasional, kontributor beberapa Writer’s Guides , penulis kolom mingguan di Los Angeles Times, dan pengasuh acara radio tentang dunia penerbitan di sebuah stasiun National Public Radio.

Frances Halpern : Dimana ada obsesi disitu ada jalan! Penulis ini menggunakannya dengan nekat dan juga cerdas! Sebagai penulis pemula dia tidak memulai tulisannya dengan hanya bergantung kepada surat agar tulisannya diantar kepada editor untuk diterima. Dia melakukannya sendiri, 3 kali berturut-turut berjalan ke sebuah kantor majalah terkenal, dimana usaha keterakhirnya—ketika dua usaha sebelumnya ditolak dengan alasan; “Kami sama sekali tidak bisa membiarkan editor kami menemui semua penulis yang lewat di jalanan dan masuk ke sini. Bagaimana mungkin dia bisa menyelesaikan pekerjaannya?”—diterima karena dia melakukannya dengan cara sama namun dengan senjata berbeda; dua puluh lima cek berlangganan Majalah tersebut yang Halpern dapatkan dari teman-temannya. Tulisannya? dia menyelesaikan tenggat waktu yang diberikan dengan cara memuaskan. Dan dia pun mendapat lampu hijau! Tengnooong..

Secara keseluruhan, kuliah di perguruan tinggi terbukti cukup menguntungkan bagiku. Penghasilan menulisku, bukannya menurun seperti yang pada awalnya ditakutkan suamiku, malah langsung menjadi lipat tiga, dan, dalam tahun-tahun sesudahnya, telah jauh meningkat.

Lois Duncan : Penulis yang menulis dengan bebas, katanya; “Seorang penulis tidak selalu seorang lulusan perguruan tinggi, sama halnya seperti seorang lulusan perguruan tinggi tidak selalu seorang penulis. Sejumlah besar penulis, termasuk diriku sendiri, begitu bersemangat bisa meninggalkan bangku sekolah menengah dan akhirnya bebas menggunakan saat-saat keemasam mereka untuk menuliskan kata-kata di atas kertas.” Namun di pertengahan umur 30, Duncan memutuskan untuk kuliah part-time dimana sebelumnya ia sepakat kepada suaminya bahwa apabila dia tidak bisa menyelesaikan studinya dengan memasarkan pengetahuan yang ia peroleh dari perkuliahan, dia akan keluar. Tapi itu tak pernah terjadi; dia menjadi lebih sukses dengan kuliahnya. Nah kawan-kawan muda, belajarlah dari orang tua ini. Masa kita kalah?! 😀

Bakat adalah kesabaran yang panjang.

Gustave Flaubert

Ini hanya sebuah cerita singkat. Meksi demikian, takaran baruku memberitahuku bahwa sekarang adalah saat untuk merayakan. Meskipun harus menempuh jalan yang panjang dan bergelombang, aku sekarang mengalami kesuksesan lagi.

Erik Olesen : Penulis ini sial! Betulkah? Mari kita simak, Olesen baru saja menikmati kesuksesan; Ada dua bukunya yang sedang dicetak, ada penandatangan kontrak dengan penerbit besar untuk buku ketiganya dan ia juga menerima separo uang mukanya yang berjumlah besar. Tapi kecelakaan membuatnya geger otak ringan; dia tidak lagi seproduktif dulu, dia nyaris kehilangan kemampuannya dalam menulis. Dia sedih, dan seluruh usahanya yang gemilang sebelumnya mulai menunjukkan tanda-tanda penyerosotan. Namun dengan semangat gigih dan niat yang besar dari hatinya, dia mulai belajar mengatasi kekurangannya, Olesen mengikuti dan menjalani program rehabilitasi. Setelah banyak kerja keras dan lebih dari sekedar sedikit putus asa, dia mendapati bahwa berbagai strategi baru mulai membantunya. Dia mulai mendapat ilham ketika seorang Dr. yang juga seorang penderita geger otak berat telah berhasil menulis buku, Dr. itu mengatakan “Saya mendapat banyak bantuan dalam hal penyuntingan, dan saya butuh waktu tujuh tahun, tapi saya yang menulisnya sendiri”, maka Olesen pun mulai terpacu. Dua bulan sesudah bertemu dengan Dr. Osborne dia telah menyunting dan memelos ceritanya, cerita yang dia berikan kepada Chicken Soup For the Writer’s Soul; Olesen menjadi Olesen yang ia harapkanm dan kegigihannya menaklukkan kesialannya. Nice!

ps : JAGA KEPALA KALIAN DENGAN BAIK! pakailah helm setiap saat. *keplakk!

Dan part 3 pun cukup sampai disini. Mengenai sedikitnya quote yang saya sertakan namun dengan lebih banyak komentar saya di setiap bagiannya, saya berharap bahwa teman-teman sekalian lebih menangkap semangat dan motivasi dari setiap cerita mereka. Apakah kalian suka? Terimakasih.

So, the same question with the previous post, which one is the most inspiring for you, guys? Banyak bukan? 😉

Selamat menulis!

Salam KERA!

Related Post : …               …………………………………………………………… …………………..                                                

More at : Kepenulisan

Iklan

9 thoughts on “Dari penulis, untuk penulis : inspirasi dan motivasi! (3)

  1. banyak semangat yg terkandung (nassanami,namanya jg motivasi) ;P
    banyak inspirasi yg bermakna
    tapi..banyak juga yg jayus…haha

    contoh ,pada bagian ini : “Dia hampir—atau mungkin sudah—putus asa, dan dia pun berkata “Tuhan, Kau telah memberiku tali yang cukup panjang untuk menggantung diriku sendiri”. Hingga suatu keajaiban terjadi… *to be continued* hahhaha.. Penasarankaaan? hihih. *menjulurkan lidah dan kaaabuuuurrr* ”

    dan ini.. “ps : JAGA KEPALA KALIAN DENGAN BAIK! pakailah helm setiap saat. *keplakk!

    semoga hanya itu yg ku lihat (klu ada lagi..haha bayangkan mko muka ku)

    actually!
    banyak cerita,banyak makna
    SUNGGUH SANGAT INSPIRATIF!
    (jujur)InsyaAllah 😀

    nb: jangan bosan utuk memberitahuku postingan selanjutnya (padahal bisa ja setiap saat buka blogmu di’) hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s