Dari penulis, untuk penulis : inspirasi dan motivasi! (2)


Senang bisa mengetahui bahwa saya masih memiliki mata dan otak yang baik untuk melihat dan membaca sekaligus menggunakan keduanya secara bersamaan untuk memahami, itu adalah modal besar saya untuk mengeksplore, dan mengeksplore tentunya adalah modal yang besar untuk menghayati, kemudian dengan itu, saya dimungkinkan untuk berbagi! Alhamdulillah ya ALLAH 😀

GM 204 07.010 Tulisan kali ini adalah lanjutan dari postingan pertama yang memaparkan seputar quote singkat dari buku Chicken Soup For the Writer’s Soul, yang tentunnya memotivasi dan inspiratif.

Namun sebelum melanjutkan lebih jauh, saya menyarankan teman-teman yang ingin mengetahui lebih teliti atau kiranya penasaran dengan buku ini, agar segera meminjam buku ini dari orang yang terdekat merogoh kocek dan cabut ke tempat buku yang terdekat, jangan salah sangka ya! saya tidak lagi promosi, bapak saya bukan yang punya toko buku, apalagi saya tidak punya hubungan sama sekali dengan yang terbitkan buku tersebut, saya hanya ingin mengajak semuanya untuk menghargai hasil karya tulis, kan dengan itu kita kembali mendapat penghargaan?! ya ga? heheheh.. *sotoy level 1

Sebelum ke inti marilah kita menyiapkan cemilan yang enak, tak lupa pula untuk mengucapkan basmalah, agar Berkah ALLAH tetap bersama kita dalam membaca dan menampung inspirasi dari tulisan-tulisan ini. Bissmillahirrohmanirrohim 🙂

“Sikapmu adalah segalanya. Yakinlah kepada dirimu sendiri dan percayalah kepada materimu. Untuk menjadi penulis berhasil, menulislah setiap hari entah kau menginginkannya atau tidak. Jangan pernah putus asa, dan dunia akan memberimmu anugerah yang melampaui impianmu yang paling mustahil”

Alex Haley kepada Bud Gardner

Menulis adalah tentang frase-frase yang mengesankan, penggambaran yang menyentuh. Menulis adalah tentang tersambung dengan pemahaman orang lain mengenai dunia.

Pagi itu aku belajar bahwa menulis adalah tentang memberi seseorang, satu pembaca, kata-kata yang tepat

Catherine Bramkamp : seorang penulis yang juga seorang ibu yang aktif, dia mengurusi pekerjaan seorang ibu ketika di US wanita berlomba dalam meniti karir. Hal yang membuatnya tampak hebat adalah, dia sangat menghargai arti persahabatannya.

Lakukanlah dan kau akan mempunyai kekuatan

Ralp Waldo Emerson

Apapun yang kalian tulis, keyakinan kallian akan terpancar!

Theodore Sturgeon

Aku sudah cukup kesulitan menyampaikan kebenaran di dalam fiksi; aku tidak perlu secara sadar mengkhawatirkan pesan yang diterima oleh pembaca. Itu bukan pekerjaanku. Aku tidak perlu menyelamatkan dunia. Aku hanya perlu memastikan bahwa pembaca menikmati membaca apa yang kutulis.

Elizabeth Engstrom

“Kamu harus mempertahankan kesederhanaan tulisanmu. Bukan kamu yang berhak merevisi bahasa Inggris. Kamu harus selalu mengeja dengan benar dan menggunakan tanda baca yang tepat”

“Setiap penulis mempunyai adegan besar dalam pikiran mereka, tapi jika kamu tidak memikirkan dengan teliti adegan-adegan kecil yang membangun saat puncak dalam bukumu, pembacamu mungkin tidak memahami. Pembacamu bahkan mungkin menjadi bosan atau tidak sabar dan melemparkan bukumu ke samping sebelum mencapai bagian penting yang mengilhamimu untuk mulai menulis”

“Membungkuklah bersama angin. Ketika kekecewaan datang, sesuatu yang pasti kamu alami, jangan menjadi kaku karena perasaan pahit. Bersikap anggun. Pasrah. Anggap dirimu sendiri sebagai sebatang anak pohon, menyerah pada keadaan tanpa patah atau putus. Membungkuk mengikuti angin membaut bisa menegakkan diri lagi ketika kesulitan sudah berlalu”

Ikuti hatimu. Kerahkan keberanian untuk mewujudkan impianmu. Tidak ada di antara kita yang benar-benar mengetahui betapa banyak waktu yang tersisa. Menulis adalah tugas kita. Itulah tanggung jawab kita di bumi ini. Jika kamu gemar menulis, jangan tunda prosesnya. Menulislah setiap hari, penuhi hidupmu dengan khayalan yang tak kenal takut. Kamu mungkin akan kesulitan melakukannya, tapi disiplin yang kamu jalani akan membentuk dan mengisi hidupmu. Bekerja keras. Tekun. Dan, tolong, janga lupa- mengejalah dengan benar. Gunakatan tata bahasa dan tanda baca yang tepat. Pertahankan kesederhanaan tulisanmu dan perhatikan peralihan ceritamu. Cermati karakter-karakter kecil dan yang terpenting, teman-temanku, belajarlah membungkuk mengikuti angin

C.W “Chip” Grafton : Detail yang sempurna untuk sebuah motivasi, speechless…

Bagaimana caraku menjadi seorang penulis? Pertanyaan ini bisa dijawab dalam satu baris—dengan menempelkan bokongku ke kursi. Mengapa aku menjadi seorang penulis? ini agak lebih rumit. Aku menjadi seorang penulis karena aku seorang penulis, karena ke manapun aku memandang selalu ada kisah untuk diceritakan.

Bacalah penulis yang paling kaukagumi, uraikan jaring kata-kata yang mereka pintal, dan biarkan mereka menjadi gurumu. Kau bisa belajar banyak tentang mekanisme menulis di sekolah, tapi gambaran sebenarnya terletak dalam pemahamanmu tentang hati manusia. Tidak ada sekolah yang bisa mengajarimu hal itu. Hanya telinga dan matamu sendiri!.

Howard Fast : penulis yang tidak bisa “menulis” dengan baik, hingga suatu ketika dia mengirimkan tulisannya ke suatu majalah dan yang dia dapati adalah sebuah balasan yang berisikan : “Dengar, Nak, cari mesin tik.” hahahha.. PARAH!

Saat menjalani tahun-tahun yang sulit, aku berpegang pada lima aturan menulis dan hidup : Muncul; perhatikan; katakan kebenaranmu; lakukan yang terbaik; jangan melekat pada hasil. “Muncul” berarti duduk di kursi di hadapan komputermu atau di depan notesmu. “Perhatikan” berarti menlihat, mendengarkan, menyentuh, membaui, merasakan kehidupan dan menulis untuk kelima indra; lalu baca tulisanmu, perhatikan kelemahannya, dan perbaiki pekerjaanmu. “Katakan kebenaranmu” berarti menulis dengan caramu sendiri, karena tidak ada orang lain yang bisa menulis persis seperti dirimu sendiri, karena tidak ada orang lain yang bisa menulis persis seperti dirimu. “Lakukan yang terbaik” berarti terus-menerus menulis ulang sampai kau yakin kau tidak bisa memperbaiki satu kalimat lagi atau satu kali lagi—lalu menyingkirkannya sebentar sebelum kau membuat konsep yang lebih baik lagi. “Jangan melekat pada hasil” berarti kau tidak bisa mengendalikan hasilnya, hanya usahamu yang bisa kamu kendalikan—bahwa usaha itu sendiri merupakan keberhasilan. Bahkan Michael Jordan pun tidak bisa mengendalikan apakah lemparannya masuk ke dalam keranjang atau tidak—ia hanya bisa mengendalikan apakah ia melempar bolanya atau tidak. Hanya itu yang bisa dilakukan penulis mana pun—dengan melakukan lemparan, kita sangat menambah peluang kita untuk memasukkan bola sastra ke dalam keranjang.

Sebuah buku suskses harus dijual bukan satu kali, tapi delapan kali: Pertama, kau harus menjual buku itu kepada dirimu sendiri (jika bukan kau, siapa yang akan bergairah membaca bukumu?); lalu kau menjualnya kepada seorang agen, yang harus menjualnya kepada seorang penerbit, yang harus menjualnya kepada sebuah dewan editor dan penerbit, yang menjualnya kepada tim penjualan supaya mereka dengan penuh semangat menjualnya kepada toko buku (atau bukumu takkan pernah sempat melihat matahari terbit). Berikutnya, toko buku menjualnya kepada publik. Akhirnya, dan yang terpenting, pembaca menjualnya ke pembaca lain melalui mulut ke mulut.

Francis Bacon menulis, “Kita mendaki tinggi sekali dengan sebuah tangga melingkar.” Dan Issac Bashevis Singer menulis, “Hidup adalah novel Tuhan; biarkan Tuhan yang menulisnya.” Memang, siapa yang bisa menebak liku-liku jalan yang mungkin ditempuh hidup kita? Yang bisa kita lakukan sebagai penulis hanya mencoba, mengerahkan usaha, menabur benih, dan menuai panen apa pun yang diberikan dengan penuh sukacita dan syukur.

Dan Millman : seorang penulis sukses yang juga seorang Atlet. Hidupnya—termasuk dalam dunia kepenulisan penuh dengan lika-liku, jatuh-bangun, terjungkal-terperosok, melesat tinggi-jatuh terpelanting hingga terbentur-terbengkalai *hhahah, lebaayayayay*. Satu teladan yang baik untuk penulis yang butuh belajar arti kegigihan! Salut.

Kau harus ingin menulis daripada dikenal sebagai penulis. Itu sebabnya kau harus memperlakukan kegiatan menulismu sebagai sebuah karier. Kau tidak boleh membicarakannya. Kau harus melakukannya—ingin melakukannya, suka melakukannya walaupun harus kesepian, merasa bahwa di bumi tidak ada yang lebih penting ketika kau sedang melakukannya

Dunia disekitarmu berbeda dengan dunia yang ditulis oleh Shakespeare—duniamu sekarang telah berjalan di bulan, demi Tuhan. Bagi setiap penulis baru, setiap tahun baru tetap tidak terjelajahi sebelum ia menjalajahinya.

Irving Wallace : penulis ini berani! dia mengatakan bahwa kata kata seorang profesor yang mengatakan : “Semua pernah di tulis dan ditulis dengan lebih baik daripada kamu bisa melakukannya. Jika kamu berniat menulis tentang cinta, tragedi, petualangan.. lupakan saja, karena semua itu sudah dilakukan oleh Shakespeare, Dickens, Tolstoy, Flaubert, dan lainnya. Kecuali jika kamu mempunyai sesuatu yang benar-benar baru untuk dikatakan, jangan menjadi seorang penulis. Pelajarilah akuntansi.” adalah konyol, benar-benar bodoh! dan tahu tidak blogger? saya setuju! Profesor bodoh, benar benar bodoh! *puas rasanya mengatakan ini*

“Pikirkan tentang menulis satu halaman hanya satu halaman, setiap hari. Di akhir 365 hari, di akhir satu tahun, kamu mempunyai 365 halaman. Dan tahukan kamu apa yang kamu punya? Kamu mempunyai sebuah buku lengkap.”

Jerome Weidman kepada Irving Wallace

“Menulis, adalah seperti mengirimkan pesan bersandi ke ruang angkasa. Kamu tidak akan pernah tahu apakah di sana ada orang yang menerimanya”

Marry Carter kepada Marilyn Pribus

“Sahabat sejiwa”

Dan itulah hubungannya—perasaan terkait yang mereka masing-masing rasakan. Menyentuh sahabat sejiwa. Ketika kita menulis tentang hal-hal yang dirasakan orang di mana pun—saat sulit, saat menyenangkan, keputusasaan, kegembiraan—sandi dikirim, seorang sahabat sejiwa mengangkapnya, dan hubungan penting itu terjalin.

Dan itu sebabnya kita menulis.

Marilyn Pribus : penulis yang berkata bahwa, “Jika aku menangis ketika menulis, aku menyentuh sesuatu dalam diri orang lain.”  LOVE IT!

Sekian untuk part 2, saya rasa apa yang sudah diutarakan diatas adalah cukup untuk memotivasi kita, menggelitik sesuatu di dalam diri kita untuk bangkit menjadi sebuah pribadi baru. Melahirkan sosok penulis yang telah menunggu sekian lama untuk di bangkitkan, bak seorang putri salju yang terlelap menunggu seorang pangeran membangungkannya dengan sebuah ciuman, ah, romantis. 🙂

So, which one is the most inspiring by this far for you guys ? Sudah dapat? Alhamdulillah, tunggu sampai part 3 dan part 4 nya ya..

Salam KERA!

Related Post : …               …………………………………………………………… …………………..                                                

More at : Kepenulisan

Iklan

2 thoughts on “Dari penulis, untuk penulis : inspirasi dan motivasi! (2)

  1. Dan Millman is my man 🙂

    mungkin kurang touchy kata-katanya setelah di-translate. tapi, saya yakin pasti lebih make sense kalo dlm bahasa aslinya.

    ada satu fakta yang bikinka LOL.
    waktu saya cari versi english dari kutipan di atas, saya malah menemukan web yang berisi interview Jeffrey Mishlove dengan my man, Dan Millman.

    Mishlove: Di sebuah bukumu kamu mengatakan bahwa kamu ingin sekali mengabdi pada seorang guru spiritual yang mengingatkanmu pada hal-hal yang terlupakan untuk tetap mempertahankan hidupmu.

    Millman: Well, pria tua yang ku sebut Socrates, dia menggambarkan dirinya pertama, sebagai petugas SPBU yang bekerja sepanjang malam. Kedua, kadang-kadang sebagai pejuang metafisikal.

    One more… man, he went to UC Berkeley!!! kampus numero uno di California. keren sekali kampusnya! kamu tulis di atas kalau dia seorang atlit. saya cari tahu atlet apa. unexpectedly, dia atlet senam. wow…he rocks!

    Good job, Rat! Sense-mu sbg pembaca sangat excellent. semoga begitu juga dengan sense-mu sbg penulis, which is i’m sure you’re almost there 🙂

    Ratatouille, giliranmu:

    http://aintstoryteller.blogspot.com/2010/06/picture-is-worth-thousand-scandals_27.html

  2. Ping-balik: Dari penulis, untuk penulis : inspirasi dan motivasi! (3) « Rahmatullah Barkat's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s