Pertanyaan dari sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan yang dipertanyakan (1)


Baiklah Rizna Said, first of all, this is the answer of your blog post

ps : i am not going to answer it in full english language, since i don’t speak english as fluent as you do!

Sedikit penjelasan dari saya kepada teman-teman blogger, bahwa pertempuran tanya-bertanya yang kembali dipertanyakan ini bermula dari si Rizna! Jadi  saudara-saudara blogger jangan salahkan saya, bila ada salah satu korban yang akan jatuh nantinya, permulaan ada pada dirinya, dan saya hanya, dan sekali lagi hanya sebuah katalisator, selalu ikut bereaksi namun tak pernah ikut bertanggung jawab! *ditimpukin bom atom*

Semuanya bermula dari kata-kata :

Ketika malam tak berbintang

Kalimat yang katanya Rizna Said sangat benci, saking bencinya dengan kata itu, Rizna sampai over generelasasi untuk membenci semua bentuk puisi, bahkan puisi yang pernah dikirimkan oleh her secret admirer yang tak mengandung unsur “Ketika malam tak berbintang” sekali pun, dia ikut benci. Lah, gak bereskan? Bukannya senang dikirimkan puisi! ckckck

Nah, akal licik seorang monyetpun kembali nyengir, dari sedikit niat jahat campur sekantong niat jahil, saya mempost something that will be damn good for her to remember me as friend or foe of her.. hahah 😛

Untitled

dan Benar saja! dia marah saudara-saudara! MUHAHAHA!

hdvdsjhv

Pertanyaan di atas sangat gampang, dengan gaya Socrates, tanpa susah saya jawab dengan sebuah pertanyaan kembali!

balas

Sedikit inpo, rizna dan saya telah menjadi teman organisasi berbasis bahasa inggris di SMA dulu, kelas kami berdekatan, tapi bukan itu yang membuat kami selalu bertemu. Tapi takdir yang selalu berpihak kepadaku untuk selalu membuatnya jengkel. HAHAHA!

Salah satunya dan yang paling konyol, adalah ketika saya uplod foto dengan mimik innocent gaya ibu ibu yang selalu protes akan semua hal yang sedang menendang bola! Parahnya, saya uplod dan tag foto itu, ketika dia sedang di amerika menempuh pendidikan beasiswa AFS, dan saat itu adalah awal-awal perkenalan! BETAPA SENGSARANYA DIA! MAAFKAN AKU RIZNA! HAHAHA *minta ditimpukin batu bara panas*

Nah, mungkin itulah alasan cukup bagi dia untuk selalu membenci dan mengkiritsi setiap dari hal olehku. Walaupun kadang-kadang, dia adalah orang pertama yang selalu mengulurkan tangan. Timpangkan?

P1010034A my Wonder woman kicking ball

Oh iya, ada saat konyol ketika itu, sebelum pergi ke USA, dia sempat menjadi seorang yang aku tak bicarai yang juga tak membicaraiku, mungkin selera humor rizna sudah hilang semenjak naik ke kelas 3, atau saya sudah semakin keterlaluan? hahah. tapi bagaimanpun juga saya merasa bersalah pada teman imutku yang satu itu, saya dulunya rindu menjahili dia. *bohong 😛

Kembali ke topik!

Dari semua pertanyaan yang kembali dipertanyaakan dan berakhir oleh sebuah jawaban ngambang di Blog Rizna Said :

image

Saya harus mengakui bahwa dengan gaya ghandi si cinta damai itu, Rizna Said berhasil membuat saya gundul. Baru kali ini saya mengaku kalah. Jawabanmu mantap! Terlalu filosofis dalam bagi otak mungil nan primitif sepertiku untuk mengerti.

Whatever the answer or the question is.

Thanks to be my friend or foe. I just enjoy our little jerk and dumb conversation.

Ps : pertarungan akan masih berlanjut, waspadalah, waspadalah! HAHAHAH

oh ya, saran dari hati ku yang paling dalam, hapus cara berpikir yang terlalu over generalisasi, dalam kerangka berpikir ilmiah, itu adalah salah satu jenis kesalahan berpikir. Enjoy blogging!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s