Untuk bunga dan lebah.


/1/
Aku tahu kamu mencintaiku
Seperti embun yang selalu membasuh daun dikala pagi
Namun menjelang pertengahan, kau selalu hilang diserap panasnya sang mentari
Memberiku kesegaran, namun tak pernah abadi

/2/
Aku tahu kamu menyayangiku
Layak sebuah bunga yang selalu menyiapkan setumpuk serbuk sari
Namun nyatanya, para lebah selalu datang untuk mencuri
Menumpukkan harapan, namun tak pernah kunikmati

/3/
Aku tahu kamu selalu ingin di dekatku
Seperti gravitasi yang bernaluri untuk mengikat segala hal yang ada disekitarnya
Namun di alam, hanya air yang selalu datang merendah kepadamu
Membuatku terkikis, hilang ditelan aliran deras mereka

/4/
Aku tahu kamu selalu merindukanku
Layak para penjajah yang dengan sangat ingin pulang ke negaranya
Namun di pertempuran, telah hatimu mati oleh tusukan pedang para pembela
Membuatku terpaksa, menggali kubur walau tanpa jasadmu

/5/
Untuk semua titik embun, dan subuh yang mengantarkanmu padaku
Juga demi serbuk sari, dan para lebah yang mencurinya darimu
Tetaplah dekat, tetaplah rindu, sayangilah diri dan cintailah hakikatmu
Biar kuburan yang ku buat tetap kosong, biar semua indah walau tetap ada hati yang terpotong

ditulis dalam malam penuh sadar

Iklan

7 thoughts on “Untuk bunga dan lebah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s