Think! before acting


Nihao!

Mode Kera Muda

Rindu juga nih dengan si KERA, eh tau tau udah jadi ijo, apa karena gak di kasih makan a.k.a tulisan ya? jadinya hijau kek daun biar bisa berfotosintesis? *jayus* heheh

Seperti manusia gak normal lainnya, daku sering kebelet, kebelet gagah, kebelet cakep, kebelet keren. *keplak!*

Nah, postingan ini juga gitu, gak ada yang spesial kok, apalagi sampai campur jamur dengan beberapa bumbu rahasia yang sebenarnya gak rahasia rahasia amat ala tukang martabak di pinggir jalan. Postingan ini lahir dari pikiran daku yang kebelet pinter. cieh, jarang jarang loh.

To the point yuk, yukkkk.

daku ngaku ah, kalau kadang (sebenarnya sering sih) sebelum ngelakuin sesuatu, pasti gak dipikir dulu matang-matang. Mau ngupil ya langsung ngupil, kentut juga, apalagi kadang disembarang tempat, asal ada hasrat, piuhh, MHUAHAHAHA, banyak yang jadi korban deh… hihihi.. *disambit parang*

Jadinya sekarang gak bisa tidur, pikirannya melayang-layang kek layangan. Udah ubah posisi dari yang mirip wanita nakal yang pasrah ma nyamuk sampai yang kakinya didibawah dan kepala diatas (iya iyalaah masa dipantat)

Kesambet apa ya daku? Pasti doa-doa orang yang menginginkan daku ngubah kelakuan buruk terkabul, gini deh jadinya. Penuh dengan cahaya. Cahaya SURAM! hhuhu T_T

Monyet Nekat?

Ratu orang yang paling nekat yang pernah ku kenal

Itulah quote singkat dari Mbak Zii, salah satu teman terbaik 😀

Walaupun gak semua yang daku lakuin itu pull hasil kenekatan, daku ngaku kalau nekat adalah salah satu sifat profesional daku *gubrak*

Sebenarnnya sih gak pernah disengaja, hanya kadang otak yang keknya udah tinggal di timbang kek besi bekas ini kalau berpikir agak gak cepat (diperhalus biar agak keren, hallahh).. nah, disinilah intuisi seorang lelaki mul bermain-main. Sebagai seorang Aries bershio monyet, daku merasa selain berbulu-bulu *ngek* ada seekor monyet yang hidup dalam diriku! Gak jauhlah bedanya ma Kera sakti, cuman yang ini gak terkenal plus kutuan, hihih.

Lincah, cepat dalam mengambil keputusan, energik dan fokus, itulah saya, eh si monyet yang berdiang dalam diriku. Keuntungannya? beh, banyaak. kalau saya jelaskan satu satu bisa keriting tangan saya ngetik, yang pasti nih, daku bisa diandalin buat ngambil keputusan strategis dengan pendekatan proposisi yang agak spekulasi namun tidak jarang terjadi digresi *kumur-kumur*, atau simplenyaaa, daku itu cekatan ! hihihi.

ada Monyet menang cerdas cermat!

Nekat, membuat daku dipilih untuk menempati jabatan strategis, dari yang kecil seperti ketua atau wakil ketua kelas, sampai jadi KETUA UMUM sebuah organisasi, Vice Precident di organisai yang lain, Korbid 4 OSIS, dan yang paling buat daku terharu dan bangga : Pendiri Organisasi Resmi SOFTBALL. hiks. *ngelirik seragam softbal yang udah bulukan*

Nah, itu sih yang SMA, SMP apa?

Daku ingat tuh, sewaktu kelas 3 SMP, setiap tahun kan ada porseni, Pekan Olahraga dan Seni, acaranya ada cerdas cermat juga. Dari fisika ampe biologi, pokoknya semua pelajaran yang buat bulu-bulu manusia seperti saya menjadi keriting, diperlombain.

Berbekal NEKAT, daku maju dengan pulpen hi-tec pinjaman teman. (uh, terharu), sambil sodorin dari kantongnya, dia ngomong (makassar mode on)

neh, pinjammi anuku, majuko ratu.

Dengan langkah mantap seorang monyet dalam diriku *hahah gak keren banget*. Daku milih biologi yang agak gampangan. Terus deh maju, tahap pertama tertulis, pilihan ganda. buset dah itu soal banyak banget, lucunya jawabannya cuman 1-3 kata. hahaha. Ya udah, tanpa beban di corat-coret aja deh lembar jawabannya. Terus, pengunguman sekolah tiba, tau tau nama daku disebut, LOLOS babak semi final, MHAHAHAH, pasti yang periksa rabun! hihih

Tahap kedua, agak sulit, menulis a.k.a teks atau essay. Udah disikat aja seperti tahap pertama. Cuman, tahap kedua ini daku gak yakin lolos, toh juga gak ada keinginan benar benar menangin nih cerdas cermat. Asal jawab seadanya ajalahh..

PENGUNGUMANpun datang, itu hari kok kerasa mikorofonnya besar sekali. weleh weleh, selain bikin bengek telinga, tuh Mikorofon nyebut nyebut nama daku lagi ! :

Yang Lolos Babak Final Cerdas Cermat Biologi ialah Rahmatullah kelas C4, SI X kelas C1, dan SI Y kelas C3.

daku puyeng? loh? HAHAHAHAHHA. kali ini daku yakin, ini yang periksa udah gak rabun lagi, tapi BUTA. ihihiiihhi

Finalnya keren bo’, pakai panggung meen. 3 Kursi peserta dijejer horisontal menghadap 3 juri, tiap meja dilengkapi bel yang disambungin ke lampu, mirip famili seratus. Seingat daku, tuh panggung langsung berubah jadi pasar dadakan, di sebelah kiri menghadap ke juri ada banyak buah-buhan, sayur-sayuran, dan umbi umbian. Di sebelah kanan juri ada Tengkorak, lengkap dengan no tiap tiap bagian. ih sereem. Didepannya berjejer suporter masing-masing peserta. Nah yang paling aneh, ada daku di antara 3 peserat final, glek. hehehheheh.

Mulailah intuisi seorang monyet kutuan dalam daku beraksi. Hampir tiap pertanyaan daku jawab. Disuruh motong tanaman-tanaman lalu nyebutin bagiannya juga dijawab. Nyebutin bagian tengkorak yang ditunjuk juga daku jawab. eh eh eh, tahu tahu skor daku yang paling tinggi, MHUAHAUHAHA, dasarr edan nih monyet, pinter banget. ckckck.

Teman teman, guru biologi dan termasuk guru biologi kelas dua yang benci daku karena sering main main dan tidur dikelasnya, semuanya jadi kagum.

Malah waktu ke kantin, saking gak percayanya nih si guru biologi kelas dua, manggil, cuman yang bicara adalah perantara

“kamu yang kemarin menang cerdas cermat?”

“iya bu’..” daku kalem

“oh ya sudah”

“(ngangguk, ngacirrr)”

😀

Buruk itu buruk.

lalu, BURUKNYA APA?!

hahahahhahaaha, ini mah gak kalah banyaaakk, kalau keuntungannya dijelasin tangan daku bisa ampe kerinting, buruknya bisa buat tanganku patah-patah, hahah 😛

Contoh ye, sewaktu SMA kelas 1. hal yang paling bikin sakit ati nih, adalah saat kamu tahu kalau beberapa orang yang baru kamu kenal menganggap kamu “sotta”. Tahu dari mana? ya dari desas desus, jadinya mikir deh, kok bisa gitu ya? cek per cek ala ricek sampai badan bau ketek akhirnya daku simpulin, kecakatan daku dalam diskusi dan menyatakan pendapat tanpa jeda dalam rapat ataupun Mubes ataupun Debat membuat daku over acting. Too much to be noticed. Tapi yah namanya manusia, sebaik baiknya kan belajar dari kesalahan 😀

Lain lagi kalau si monyet ngamuk, bagusnya adalah hal hal yang penting dan perlu pasti kelar, hampir apapun itu, seberapa kecil waktu yang daku punya, daku pasti gak bakal berhenti sebelum mendapat apa yang harus di dapat. Seperti kalau melihat kamar kotor, sedikit berdebu dan berantakan, daku bakal ngambil perlengkapan membersihkan selengkap-lengkapnya : penutup hidung, pel, sapu, bulu ayam, lap basah, lap kering dsb.

Cara daku membersihkan juga gak tanggung-tanggung, kasur daku angkat, barang-barang kecil daku keluarin dan daku bersiin, buku-buku dilap dan daku atur ulang. mirip-mirip orang yang habis pindah rumah lah. Pokoknya gak ada debu yang tertinggal, semuanya mengkilap. Kind a obsessed sih, tapi itu lah daku. Monyet yang sanguinis dan sok melankolis. tsahhh.

Nekat bukan? iya iyalah, buktinya daku dengan sukses 3 kali gejala tipes dalam waktu yang saling berdekatan akbiat kecapeaan dan banyak pikir. hehehhe *di tusuk infus*

Itu kalau ngamuk di tempat yang masih lumayan benar, kalau tidak? beh, bisa berabe, di beberapa event organisasi contohnya. Percaya atau gak, daku pernah ngerasa pengen bunuh diri aja, soalnya tuh acara, yang kalau dak salah pengalaman pertama daku pegang jabatan jadi koordinator perlengkapan, acaranya udah pengen mulai tapi masih lumayan banyak yang kurang. pokoknya dalam kaca mata daku gak banget, uh untungnya semua berjalan lancar. Tapi yang gituan betul betul nguras tenaga untuk berpikir, ruginya? sekarang bermuka tua.. serius, heheh 😛

Apa hubungannya cekatan a.k.a nekat dengan berpikir dulu sebelum bertindak? Ada, kalau kamu jeli, semua itu daku lakuin tanpa terlalu berpikir matang-matang, saking cekatannya daku biasa ditinggal bekerja sendiri contohnya, atau suka marah tiba-tiba, atau berpikir macam-macam melihat kebelakang dengan kaca mata introspeksi, memang sih daku sewaktu kelas satu adalah orang dengan tipe yang bukan bekerja team. Tapi i tried my best by the time. Always.

Cekatan a.k.a nekat melakukan hal hal yang hanya dilandasi perasaan pengen tahu dan kegiatan yang bejibun tanpa melihat dampak kedepannya secara dewasa juga membuatku lupa sesuatu, kalau daku harusnya punya banyak waktu untuk tenang dan banyak merenung. Berkomunikasi dengan diri sendiri dengan waktu yang disediakan secara khusus, berusaha menjadi seorang yang matang dengan IQ, EQ dan yang paling krusial, ialah SQ!

Think, think, think.

Mode Kera Tua

Nah, sekarang sudah paham bukan? Kenapa kita harus berpikir berpikir dan berpikir sebelum melakukan sesuatu? Apapun itu, sekecil apapun, baik yang sepele ataupun yang tersembunyi, kita harus terus mengembalikannya ke akal a.k.a pikiran.

Seperti Rene Descrates bilang, aku berpikir maka aku ada : i think; therefore i am.

Maka berpikirlah, karena toh, dalam islam : akal adalah yang paling utama, diciptakan untuk bukan hanya mencari kebahagian maupun membuat usaha agar dapat senang dan aman didunia tetapi juga untuk menuntut ilmu ALLAH agar akal ini tidak kita pakai untuk menipu orang, melainkan untuk menolong sesama, beribadah yang benar demi mencapai surga-Nya hingga menjadi Hamba yang diridhoi atas ilmu yang sejalan dengan tindakan-tindakan. Insya ALLAH, amin.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS : adz-Dzaaryaat : 56)

Lalu, jika kita mengerti dan memahami ayat di atas secara benar, apakah kita punya waktu untuk melakukan hal-hal yang sia sia? Sekalipun secara duniawi itu penting, secara pergaulan, atau apapun itu, apakah kita perlu untuk melakukannya? Jawabannya ada pada akal yang baik, yang berpikir demi dan untuk kehidupan akhirat nanti.

Dalam sebuah hadits, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan , hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan” (Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi)

Nah, apakah nanti tangan dan kaki kita akan menjawab bahwasanya masa muda kita habiskan untuk bermaksiat? Mulut kita pakai untuk bergunjing? Tenaga kita untuk menyakiti orang lain? atau apakah tangan kita menjawab bahwasanya kita beribadah hanya sekedar untuk di akui dan mendapat kemahsyuran? atau mungkin tubuh kita kita balut dengan jilbab namun kita tidak menjalankan hakikatnya? Semuanya akan diketahui nanti, belakangan jika anda tidak menyadari, atau lebih awal. Tergantung kekhawatiran tiap tiap pribadi terhadap dirinya sendiri.

Maka berpikirlah, karena setan akan menggoda dan menyesatkan kita sehingga jauh dari jalan-Nya melalui hati :

“dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia” QS : An-Naas : 4-5

Lalu, jika kita berpikir atau merasa sesuatu itu baik bagi kita, apakah kita sekonyong-konyong akan melakukannya? perhatikan dulu ayat berikut :

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Al Baqarah 2 : 216

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak.

Think! before acting 😉

SALAM KERA!

Iklan

13 thoughts on “Think! before acting

  1. eddeeh monyet ka !

    tap….tap.. tapii ….tapi mangstapplaahh
    eh bukan… mantaaapppp sekali pade’ !(haha *jayus)
    tamba2i lagi bede klimaksnya cuy , nah nah naaa

  2. Ping-balik: Tersenyumlah kepada Setan (1) « Rahmatullah Barkat's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s