Deg deg, deg deg, *suarajantungberdetak*


Aku menulis postingan ini ditengah peperangan sengit diantara kesunyian dan kegelisahan. Aku menulisnya untuk memberitahukan kalau sekarang aku lagi minta bantuan,

please menn, jangan ribuutt *arghhhh*

Jadi hari ini adalah hari senin, bukan minggu apalagi sabtu..

Nah, apa hubungannya? yawdah, secara saya anak yang berbakti pada nusa dan bangsa, saya mau memberitahukan atau menyarankan untuk teman-teman setingkat sma, smp sampai sd *kebalik* yang berniat mau meninggalkan kegiatan seninan a.k.a upacara agar segera mengurung, menendang, dan menusuk niat jeleknya itu dan segera pergi ke lapangan. Karena saya sudah kepalang basah bolos, maka dari itu saya mau beritahukan bahwa

BOLOS UPACARA ITU GAG ENAK BANGEEETT, ABIS, SUMPAHHHH

Kenapa gag engak? karena kegelisahan akan datangnya penyergapan dari guru piket haus darah selalu muncul membayang. Kan kalau saja saya ikut upacara saya pasti beridirinya dtempat adem ayem, pake jas kebesaran OSIS pula, jadi enag *nyesal bolos*, gag seperti kebanyakan orang, terus rat kenapa ga pergi? yah karena tugas bahasa indonesia menancapkan niatku untuk mengambil langkan berani membolos agar bisa mengerjakan PR *Pekerjaan Risikulah*.

Anyway.

Aku rampungkan alasannya dalam kitab XIX jurus 12 bangao mengapit menerjang menentang kenistaan, subab: “alasan untuk upacara”

1. Berbakti pada Negara

2. Menghormati Pahlawan

3. Mencintai Tanah air

4. Mengingat sejarah

5. Meneruskan patriotisme

6. Membentuk sikap disiplin

7. Meningkatkan warna pigmen kulit

8. Membentuk vitamin D secara cuma cuma

9. Membantu dalam mencari pacar

10. Memperketat tali silaturahmi

11. Melatih keteguhan dan kesabaran hati

12. Meneruskan cita cita bangsa

13. Melatih baris berbaris

14. Membentuk otot lengan dengan hormat

15. Membantu mengeluarkan lemak asam tak jenuh

16. Mendapat inspirasi dari pidato panjang pemimpin upacara

17. Mendapat nilai tambah dari wali kelas

18. Tidak ada tempat bolos yang aman

19. Perasaan bersalah dan gelisah membunuhmu dengan perlahan

20. Nilai psikomotorikmu di ambang kehancuran

21. Teman mengatakan kamu solkar

22. Dan kamu akan ketinggalan kabar

Mudah-mudahan aku tidak kedepatan lagi bolos upacara *ngadahin tangan keatas langit sambil komatkamit*. Sumpah, aku ga bakal ngulangin lagi, ini yang pertama dan yang keterakhir..

Salam KERA

Iklan

5 thoughts on “Deg deg, deg deg, *suarajantungberdetak*

  1. Hwahahah.
    Dasar RATUSABLENG,sukanya geleng-geleng,hobbynya pun ngumpulin kelereng,pantas aja dia kayak orang beleng..

    Makanya,klo mw bolos upacara itu bilang2 dulu sama saya..
    Saya juga pernah untuk pertama kalinya,dan saya jago,dak kedapatan,padahal guruku sudah ada didepanku..hyahhh.
    Semoga sih untuk terakhir kalinya juga..

    E,ratt..
    keren keren..
    Saya suka isi kitabmu.

  2. mm…. isi kitab yg sangaaad baguuss,, sekali2 harus dibacakan waktu upacara,, hahhhahahaa…
    tp terus terang ajaaa… ikutt ritual rutin kayak gini dari SD adalah hal yg paling nge BT in… apalg pas panas terik… behhh…

    kalo sa jadi kepsek.. lapangannya sa kasih atapp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s