Teringat tentangmu, tentang wajahku
Dalam dekapan hangat, kita melaju
Kau berkata : kamu cinta pertamaku..
Dan aku tersenyum puas; aku tidak akan melupakan itu
Teringat tentang hujan, tentang kita
Dalam air menerpa, kita bersama
Kau memegang dadamu dengan tanganku : sayang, hanya kamu disini yang ada
Dan aku tersenyum simpul; aku tidak akan lupa, bagaimana caramu mengungkapkannya
Teringat tentang terang, tentang mendung
Dalam keduanya, kita saling bersandar dan bergantung
Kau memberiku semangat : kamu bisa, aku akan selalu mendukung
Dan aku terperanjat; aku tahu karena ada kamu, aku beruntung
Teringat tentang cobaan, tentang jurang ini
Dalam usaha melewati, kita saling mengobati
Kau memberikan sebuah kecupan kening : i love you
Dan aku merangkum dalam diam, aku juga cinta kamu, sampai mati
Namun tersadar aku segera, terkapar dalam realita
Sedari sore hingga malam ini, aku hanya melihat semuanya semu semata
Ketika dia yang lain, ketika kita tidak lagi bersama, saling bercengkarama
Dan aku bisu, sejuta tentangmu, dalam perih; Aku tahu ini nyata
Adakah kau tahu? Mengapa tidak menyapa?
Ketika kenapa tidak lagi menggoda?
Dan apa masih berbentuk sebongkah nafas dalam rongga dada?
Karena aku tahu semuanya, kau juga menikmatinya
Kini aku sadari, sedari dulu
Semua tentangmu, hanya akan berakar memburuku
Menjelma menjadi sebuah pohon yang akan selalu menyita oksigen itu untukku
Membunuhku pelan, menyiksaku dengan cara lama, dan kau tahu
Namun tersadar aku segera, terkapar dalam realita
Tentangmu, hanya sebatas tentang aku dan cerita kita
Sebatas senyum simpul wajah dulu kita yang merona
Sebatas tali kusut untuk di berai dan dilupa
kan?
Ditulis dalam dingin AC yang terasa panas. Dalam tanda tanya yang berubah menjadi bogem untuk kecoa santai yang sedari tadi berlenggak lenggok disamping laptopku sementara saya lagi ngetik. *PLAK!





Meidhy Aja berkata,
31 Juli 2010 @ 2:37 pm
menjadi yang PERTAMAX…
ini puisi atau ungkapan hati yang terdalam ni mas?…
xixixixixi…
http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com
Rahmatullah berkata,
4 Agustus 2010 @ 2:41 pm
hhehe. gak tahu juga ini, dude!
maaf lama gak bw.
Athifah Dahsamar berkata,
4 Agustus 2010 @ 8:45 am
khem..
Rahmatullah berkata,
4 Agustus 2010 @ 2:36 pm
ih geje! ;p
windflowers berkata,
10 Agustus 2010 @ 8:29 am
teringat tentang segala hal…akankah semua berakhir indah…
pa kabar, sahabat…?